Dari Al-Qur’an hingga Infrastruktur Digital, Pj Sekda Lobar Tunjukkan Kapasitas Lintas Sektor

LOMBOK BARAT, SudutNTB.com -  Tidak ada presentasi dengan layar besar. Tidak ada meja rapat dengan tumpukan dokumen. Hanya suasana lesehan dan secangkir kopi di kawasan Giri Menang Square (GMS), Kamis malam (17/9/2026). Namun dari ruang santai itu, pembicaraan justru bergerak dari persoalan infrastruktur komunikasi hingga strategi pembangunan Kabupaten Lombok Barat.

Malam itu menjadi gambaran bagaimana Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat mampu berada dalam dua suasana yang berbeda. Beberapa saat sebelumnya, ia masih berada dalam suasana religius di Desa Lembar Selatan untuk menutup Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Lembar. Setelah itu, pembicaraan beralih pada isu teknologi informasi dan perluasan jaringan komunikasi hingga wilayah terpencil.

Dalam penutupan MTQ, Pj Sekda H. Saepul Akhkam menyampaikan apresiasi mendalam kepada Camat Lembar yang mengakhiri masa tugasnya dengan menjadikan MTQ sebagai salah satu kegiatan penutup.

“Inilah akhir jabatan yang _husnul khatimah_,” ungkapnya sebagai bentuk penghargaan atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia juga menyinggung keberlanjutan pembangunan di Desa Lembar Selatan. Landasan yang telah dibangun H. Beny, anggota DPRD Lombok Barat yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Desa Lembar Selatan, diharapkan dapat diteruskan oleh kepala desa yang baru.

MTQ ke-32 tingkat Kecamatan Lembar juga menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan. Sebagai Ketua Harian LPTQ Lombok Barat, Pj Sekda mengingatkan agar peserta memiliki NIK Lombok Barat atau berdomisili di wilayah Lombok Barat. Hal tersebut berkaitan dengan proses input data peserta melalui sistem e-MTQ.

Akhkam juga memberikan perhatian pada sistem perutusan peserta. Nama desa diharapkan digunakan sebagai identitas perutusan, bukan nama pondok pesantren. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas pembinaan MTQ hingga ke tingkat desa.

“Perutusan sebaiknya dari desa. Ini untuk memperluas pembinaan MTQ,” tegasnya.

Pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Lombok Barat berikutnya dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Labuapi. Kepada peserta yang belum berhasil menjadi juara, ia berpesan agar tidak berhenti melakukan pembinaan dan terus meningkatkan kemampuan. Pembinaan yang dilakukan LPTQ Kecamatan Lembar diharapkan tidak berhenti pada kompetisi tingkat kecamatan, tetapi dapat bermuara pada prestasi di level yang lebih tinggi.

Setelah penutupan dan pemberian hadiah kepada para juara, suasana pun berubah. Pj Sekda kemudian bertemu dengan salah seorang anggota DPRD Lombok Barat bersama sejumlah tamu yang memiliki perhatian terhadap pengembangan jaringan komunikasi dan teknologi informasi.

Pertemuan berlangsung secara nonformal. Tidak ada suasana protokoler. Pembicaraan berlangsung sambil lesehan dan ngopi di kawasan GMS.

Namun, topik yang dibahas bukan perkara ringan. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah bagaimana membangun jaringan komunikasi yang mampu menjangkau wilayah Kabupaten Lombok Barat hingga titik-titik terluar dan terpencil yang masih mengalami keterbatasan akses komunikasi atau _blank spot_.

Pengembangan jaringan berbasis serat optik (_fiber optic_) menjadi salah satu gagasan yang dibahas untuk memperkuat konektivitas tersebut. Pembicaraan kemudian berkembang pada bagaimana infrastruktur komunikasi dan teknologi informasi dapat mendukung pelayanan pemerintahan, pendidikan, aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus membuka akses informasi bagi wilayah yang selama ini belum terjangkau secara optimal.

Di sinilah suasana malam itu menjadi menarik. Dari pembahasan Al-Qur’an, pembinaan peserta MTQ dan sistem e-MTQ, percakapan beralih kepada infrastruktur digital, jaringan komunikasi dan persoalan blank spot.

Perpindahan topik tersebut berlangsung tanpa sekat yang kaku. Pj Sekda mampu menyesuaikan diri dari suasana religius ke forum nonformal, sekaligus mengikuti pembahasan yang bersentuhan dengan teknologi informasi dan strategi pembangunan daerah.

Gambaran tersebut memperlihatkan bahwa ruang kerja seorang Sekda tidak selalu berada di balik meja dan ruang rapat. Terkadang ia hadir di tengah kegiatan keagamaan, berdialog dengan masyarakat dan tokoh daerah, lalu berlanjut dalam percakapan santai yang membahas kebutuhan pembangunan di masa depan.

Dua dunia yang tampak berbeda—pembinaan generasi Qur’ani dan pembangunan infrastruktur digital—bertemu dalam satu kepentingan yang sama, yakni memperluas akses dan membuka ruang bagi masyarakat Lombok Barat untuk berkembang.

Dari panggung MTQ di Lembar Selatan hingga lesehan di GMS, malam itu menjadi potret seorang Pj Sekda yang dituntut tidak hanya memahami satu bidang, tetapi juga mampu membaca berbagai persoalan secara lintas sektor dan menghubungkannya dengan arah pembangunan daerah.

Pada akhirnya, secangkir kopi di atas lesehan pun dapat menjadi ruang untuk membicarakan masa depan Lombok Barat: dari pembinaan sumber daya manusia hingga memastikan masyarakat di titik-titik terpencil tidak tertinggal dalam arus komunikasi dan teknologi informasi.

(SudutNTB.com/Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
SUDUT NTB
SUDUT NTB
SUDUT NTB
SUDUT NTB

Formulir Kontak