LOMBOK BARAT — SudutNTB.com - Kapolres Lombok Barat AKBP Mellysa Amalia, S.H., S.I.K., M.Si., M.Tr.SOU. terus memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Hal itu diwujudkan melalui silaturahmi dan dialog bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan, aktivis serta elemen masyarakat Lombok Barat, Rabu (23/9/2026).
Silaturahmi yang diinisiasi Kapolres tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Pertemuan menjadi ruang terbuka untuk menyampaikan berbagai aspirasi sekaligus membangun komunikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Lombok Barat.
Berbagai persoalan aktual menjadi bahan pembahasan, Asmuni mengawali dari perlunya pengawasan terhadap aktivitas sejumlah kafe, termasuk di wilayah Kuripan, pencegahan kenakalan remaja, balap liar dan potensi munculnya kelompok geng motor, hingga penguatan pengawasan di sejumlah titik rawan.
Dalam dialog tersebut juga disampaikan pentingnya pemasangan CCTV di sejumlah titik strategis, terutama kawasan bypass dan ruas jalan kabupaten yang dinilai membutuhkan pengawasan lebih. Keberadaan CCTV diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan sekaligus membantu aparat dalam penanganan apabila terjadi gangguan kamtibmas.
Selain persoalan keamanan, peserta juga menyinggung pentingnya menjaga kondusivitas masyarakat dalam menghadapi berbagai agenda daerah, termasuk pelaksanaan Pilkades. Seluruh elemen masyarakat diharapkan ikut menjaga agar perbedaan pilihan tidak berkembang menjadi konflik dan pelaksanaan Pilkades dapat berlangsung aman dan damai.
Ketua Forum Bersih dan Berintegritas (FBI), Sahban, menyampaikan bahwa menjaga keamanan daerah bukan semata-mata menjadi tugas kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat.
Menurutnya, organisasi kemasyarakatan, aktivis, tokoh masyarakat, pemuda dan berbagai kelompok masyarakat lainnya dapat mengambil peran dalam menyampaikan informasi maupun persoalan yang berkembang di lingkungan masing-masing.
“Kami ingin komunikasi antara masyarakat dengan kepolisian semakin terbuka. Kalau ada persoalan di lapangan, masyarakat bisa menyampaikan secara langsung sehingga dapat dicari solusi bersama,” ujar Sahban.
Sahban juga menyampaikan pentingnya pembenahan dan pengawasan internal di tubuh kepolisian agar kepercayaan masyarakat semakin kuat. Ia berharap seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan yang setara ketika menyampaikan laporan maupun pengaduan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan hukum yang berlaku.
“Jangan sampai ada masyarakat yang merasa dibeda-bedakan. Semua masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang sama. Ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri,” tegasnya.
Menurut Sahban, kritik dan masukan yang disampaikan dalam forum tersebut merupakan bagian dari kepedulian masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Samsul, salah seorang peserta silaturahmi, menyoroti posisi strategis Lombok Barat sebagai salah satu gerbang masuk NTB, baik melalui kawasan Pelabuhan Lembar maupun akses transportasi lainnya.
Menurutnya, posisi strategis tersebut membutuhkan komunikasi yang lebih intens antara Polres Lombok Barat dengan masyarakat, khususnya organisasi kemasyarakatan dan elemen masyarakat lainnya.
“Lombok Barat ini merupakan gerbang yang sangat strategis. Karena itu, komunikasi antara kepolisian dengan masyarakat harus terus diperkuat agar berbagai potensi persoalan dapat diketahui dan diantisipasi sejak awal,” katanya.
Sementara itu, Erwin Ibrahim menyampaikan aspirasi terkait wilayah hukum kepolisian di Kecamatan Narmada, Lingsar dan Gunungsari yang secara administratif berada di Kabupaten Lombok Barat, namun dalam pelayanan kepolisian berada dalam wilayah hukum Polresta Mataram.
Ia berharap persoalan tersebut dapat menjadi bahan perhatian dan komunikasi bersama demi memberikan kemudahan serta kepastian pelayanan kepada masyarakat.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Kapolres Lombok Barat AKBP Mellysa Amalia menyambut baik silaturahmi dan komunikasi yang dibangun bersama elemen masyarakat.
Kapolres menegaskan bahwa kepolisian tidak mungkin bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Selain keberadaan Bhabinkamtibmas di setiap desa, Kapolres berharap organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, pemuda, aktivis dan seluruh unsur masyarakat dapat ikut mengambil peran dalam memberikan informasi mengenai berbagai potensi gangguan kamtibmas.
“Kami siap berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat. Masyarakat dapat menjadi mata dan telinga Polres Lombok Barat,” ujar Kapolres.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka akan membantu kepolisian mengetahui persoalan yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus mencari solusi secara bersama-sama.
“Tidak ada hal yang tidak selesai dengan komunikasi, insya Allah,” ungkapnya.
Komitmen tersebut mendapat respons positif dari para peserta silaturahmi. FBI dan elemen masyarakat yang hadir berharap komunikasi seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi objek dalam menjaga keamanan, tetapi menjadi bagian aktif dalam menciptakan kamtibmas.
Silaturahmi kemudian ditutup dengan makan bersama secara lesehan atau besile, yang menjadi simbol kebersamaan dan kearifan lokal masyarakat Sasak Lombok.
Suasana makan bersama berlangsung penuh keakraban, mencerminkan semangat kebersamaan antara kepolisian dan masyarakat.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal dari semakin kuatnya sinergi antara Polres Lombok Barat dengan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, mencegah potensi gangguan kamtibmas dan membangun Lombok Barat yang aman, nyaman serta kondusif.
Polisi dan masyarakat bukan dua pihak yang berjalan sendiri, tetapi dua unsur yang saling menguatkan dalam menjaga keamanan daerah.
(SudutNTB.com/Red)
